Tips Meloloh Anakan Murai Batu (1 – 30 Hari)

Tips Meloloh Anakan Murai Batu – Breeding atau ternak burung merupakan salah satu bidang peternakan yang menjanjikan. Dengan modal beberapa pasang indukan yang siap produksi, kandang serta perawatan yang lengkap sudah cukup untuk memulai langkah pertama sebagai peternak burung. Dan tinggal tunggu waktunya untuk memanennya.

Murai, merupakan satu dari beberapa jenis burung yang sering di ternakan karena burung ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga banyak dari kicau mania yang memelihara serta mengembangbiakkan burung murai. Di pasaran sendiri, burung murai memiliki nilai di atas 2 juta rupiah. Hal ini lah yang menjadi dasar kenapa kicau mania mulai belajar untuk ternak (Breeding) burung.

Baca Juga :
1. Tips Kenari Loper Gacor
2. Beli Pakan Viral Bird Food di Tokopedia
3. Gagalkan Aksi Penyelundupan Burung
4. Sembuhkan Katarak Pada Burung Sekarang!!!
5. Obati Nyilet Dengan Cara Ini

Tips Meloloh Anakan Murai Batu (1 – 30 Hari)

Ada banyak bird farm di Indonesia Raya Tanah Air tercinta ini. Siklus breeding atau ternak sendiri terdiri dari beberapa tahap yaitu :

  1. Penjodohan
    Proses ini adalah kunci utama dari sebuah ternak burung. Ya, benar sekali. Proses ini sangat penting karena jika kedua burung ini tidak melakukan penjodohan serta proses reproduksi maka breeding pun tidak bisa dilanjutkan. Wajib mengganti pasangan atau bahkan indukannya. Pada proses ini membutuhkan birahi yang tinggi agar kedua burung bisa terdorong untuk melakukan proses reproduksi dan berkembang biak.
  2. Bertelur
    Setelah sepasang burung indukan ini melalui proses penjodohan maka langkah selanjutnya adalah burung betina bertelur dan mengerami hingga menetas. Langkah selanjutnya adalah dengan terus memperhatikan kesehatan burung betina dan mencukupi kebutuhannya.
  3. Menetas
    Ketika proses pelolohan perhatikan tingkah indukan. Jika induk betina tidak memungkinkan untuk meloloh sendiri maka, ambil anakan burung tersebut dan kita bantu loloh. Tetapi jika indukan memungkinkan untuk melalui proses pelolohan maka baiknya kita hanya menjaga burung agar tetap sehat. Proses ini harus konsisten, karena jika tidak konsisten anakan burung beresiko mati kelaparan.
  4. Burung paud hingga dewasa
    Ketika burung telah sanggup untuk makan sendiri dan berlatih terbang maka langkah selanjutnya adalah memberikan supply makanan, vitamin, protein, mineral dan hal lain yang berhubungan dengan burung agar terus terjaga kesehatannya. Jika burung ini dicetak untuk menjadi burung kontes seperti kicauan, maka wajib diperhatikan settingan dan masteringnya.

Tips Meloloh Anakan Murai Batu (1 – 30 Hari)

Nah berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan selama proses meloloh. Meloloh anakan burung sendiri ada di usia 0 hingga 30 hari.

  1. Usia 1 – 7 Hari
    Pelolohan wajib konsisten dan teratur. Berikan pakan terbaik untuk baby murai agar kesehatannya terjaga dan cepat gemuk. Burung pun menjadi sehat. Dan ketika tepat usia 7 hari, bisa mulai diberikan kroto. Kebersihan menjadi sangat penting karena pada usia 7 hari pertama adalah fase kritis murai. Celupkan kroto ke dalam air bersih sebelum di lolohkan.
  2. Usia 8 – 14 Hari
    Pada usia 8 hari, baby murai mulai bisa diberikan voer yang di campur dengna kroto. Haluskan voer dengan air hangat. Jangan berikan terlalu banyak voer, perbandingannya adalah 30:70. 30 voer, 70 kroto.
  3. Usia 15 – 30 Hari
    Tambah asupan voer menjadi 50:50 dan jika telah menginjak usia 21 hari, baby murai mulai bisa diberikan jangkrik untuk menunjang kesehatan serta kebutuhan proteinnya. Setelah lebih dari 30 hari, mulai pisah baby murai yang satu dengan yang lainnya ke dalam kandang pribadi masing-masing burung. Ini bertujuan agar burung tidak stress dan bertengkar dengan saudaranya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *