Gagalkan Aksi Penyelundupan Burung

Berita ini kami kutip dari berita satu dan berita ini terbit pada tanggal 20 September 2019. Gagalkan Aksi Penyelundupan Burung – Ada banyak sekali jenis flora dan fauna yang ada di Indonesia Tanah Air kita ini. Mulai dari spesies terkecil hingga yang besar seperti gajah, jerapah, badak dan berbagai jenis lainnya.

Ditpolair Polda Jawa Timur (Jatim) telah berhasil meringkus serta menggagalkan usaha penyelundupan 145 burung langka dan tiga kepala rusa lengkap dengan tanduknya asal Papua di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (19/9/2019).

Dalam pengungkapan kasus ini, ada empat orang yang menjadi terduga pelaku pemilik hewan-hewan langka serta dilindungi oleh pemerintah. Keempat pelaku tersebut ditangkap dan saat ini masih dalam proses pendalaman. Semua hewan tersebut saat ini sudah diamankan dan sebagai barang bukti.

Barang bukti yang berhasil di dapatkan berupa 27 ekor burung Jagal, 92 ekor Cucak, 22 ekor burung Katsuri, seekor koak dan tiga kepala beserta tanduk rusa, seluruh hewan tersebut berasal dari Papua. Hewan-hewan tersebut masuk ke dalam kategori burung yang di lindungi oleh pemerintah.

Baca Juga:
1. Penilaian Lomba Lovebird
2. Manfaat Gabah Bangkok Merah
3. Viral Bird Food Di Tokopedia
4. Manfaat Embun Bagi Burung Kicau
5. Menyembuhkan Katarak

Polisi Berhasil Gagalkan Aksi Penyelundupan Burung

“Kasus penyelundupan ini berhasil terbongkar saat petugas melakuan pemeriksaan terhadap kapal kargo KM Senja Persada (SP) yang baru saja sandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Semua satwa langka yang dilindungi itu kita temukan di dalam ruang mesin kapal. Tidak ada satupun surat-surat yang membuktikan bahwa mereka sah untuk membawa hewan-hewan serta burung-burung asal Papua yang dilindungi pemerintah,” ujar Wadir Polair AKBP Kobul Syarin Ritonga, dalam keterangan persnya, pada hari Kamis.

Wadir Polair AKBP Kobul Syarin Ritonga mengungkapkan, untuk mengelabuhi para petugas yang sedang berjaga, burung-burung serta hewan-hewan yang berasal dari Papua itu dimasukkan kedalam sangkar-sangkar dan sangkar-sangkar tersebut ditutup dengan kain serta tumpukan barang-barang lainnya sehingga tidak mudah untuk terlihat petugas pemeriksaan di pelabuhan .

AKBP Kobul Syarin Ritonga, membenarkan bahwa, tidak adanya dokumen atau surat-surat apapun yang dibawa keempat orang pemiliknya itu kendati mereka mengetahui bahwa burung-burung tersebut masuk katagori langka dan dilindungi.

Polisi Berhasil Gagalkan Aksi Penyelundupan Burung

“Satwa endemik Papua,” ujar AKBP Kobul Syarin Ritonga sembari menambahkan, keempat terduga pelaku sengaja membeli burung-burung serta hewan-hewan tersebut dari seorang warga Papua dengan harga yang terbilang sangat murah yang mana mereka bawa secara gelap ke Pulau Jawa dan sekitarnya. Demi meraup keuntungan yang lebih banyak, untuk dijual kembali dengan harga tinggi.

Sementara untuk proses penyelamatan, ratusan burung tersebut akan dititipkan pemeliharaannya di kandang transit Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Juanda, Surabaya.

Dalam kandang tersebut semua satwa langka itu akan dilakukan proses karantina serta pemeriksaan kesehatannya oleh para staf yang ahli dan berwenang dalam kasus ini, setelah proses karantina selesai nantinya, satwa-satwa yang dilindungi pemerintah dan undang-undang tersebut akan dilepaskan kembali ke habitat asalnya yaitu di Papua, ujar AKBP Kobul Syarin Ritonga.

“Kami masih melakukan penelusuran terhadap siapa saja orang yang terlibat dalam kasus ini. Serta kemana burung-burung ini akan dijual,” tandasnya sambil membenarkan bahwa keempat pelaku dapat dijerat oleh undang-undang tentang pelanggaran Pasal 21 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990. Mereka diancam hukumannya pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta. 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *