Jenis-jenis Burung Pemakan Nektar

Ada banyak sekali jenis dan tipikal hewan yang adal di alam semesta ini. Keunikan serta ciri khasnya yang berbeda antara satu dan lainnya membuat siapapun terpana. Seperti macan tutul, singa, jerapah dengan leher panjangnya. Serta gajah dengan badan besarnya. Termasuk burung pemakan nektar.

Burung pun memiliki karakteristik yang unik dan tidak sama antara satu dan lainnya. Keindahan bulu, suara dan tipe burung berbeda antara satu dan lainnya. Hal ini yang menjadi daya tarik bagi para kicau mania untuk memelihara burung. Dengan karakteristik yang unik, kicau mania wajib memahami karakter burungnya. Karena jika salah perawatan bisa berdampak burung bagi burung serta hasil pun tidak maksimal.

Dalam perawatannya, burung membutuhkan jenis pakan yang berbeda jenis. Seperti murai memakan voer dan kroto, lovebird memakan bijian dan sayuran. Tentunya antara murai satu dengan yang lainnya tidak lah sama, ada yang cocok dengan voer merk A pun ada yang cocok dengan merk B. Sehingga pemilik burung wajib memahami karakter burungnya.

Baca Juga : Voer untuk burung kicau

Namun dialam bebas ada beberapa burung pemakan nektar yang mudah ditemui. Nektar sendiri adalah sari bunga yang memiliki banyak kandungan gula dari tumbuhan sewaktu mekar. Ciri khas burung pemakan nektar sendiri adalah paruhnya yang berbentuk panjang dan runcing. Paruh tersebut berguna untuk mempermudah dalam menghisap nektar.

Habitat burung pemakan nektar secara umum berada diatas pohon. Sedangkan selain memakan nektar, burung-burung dengan jenis paruh ini biasa memakan serangga seperti semut, laba-laba, belalang.

Berikut ini adalah jenis burung pemakan nektar

1. Burung Madu Kelapa

burung madu kelapa pemakan nektar
Burung Madu Kelapa ( Anthreptes malacensis )

Burung ini biasa memakan nektar Loranthus, Musa, Hibiscus dan serangga. Namun burung ini termasuk dalam salah satu burung yang dilindungi negara karena keberadaannya yang kian langka. Burung ini tersebar hingga ketinggian 1200mdpl (meter dari permukaan laut). Habitat burung ini adalah alam terbuka, kebun kelapa, semak pantai serta hutan mangrove.

Baca juga : Cara membedakan jantan dan betina cucak ijo


2. Burung Sogok Ontong (Sun Bird)

burung sunbird fire tailed pemakan nektar
Burung Sunbird Fire Tailed

Burung dengan warna warni yang indah ini biasa memakan nektar bunga serta serangga kecil seperti semut dan burung ini masih dalma keluarga Nectarniidae yang mana burung ini memakan nektar untuk bertahan hidup. Burung ini biasa masyarakat Indonesia kenal dengan Sogok Ontong.


3. Burung Kacamata Biasa

burung pleci pemakan nektar
Burung Kacamata Biasa (Pleci)

Burung pleci termasuk dalam jenis burung petengger yang dalam bahasa latinnya adalah Passeriformes. Burung ini berasal dari suku Zosteropidae yang habitatnya berupa hutan di kawasan tropis. Burung lincah ini memiliki panjang tubuh sekitar 11cm. Tubuh mungilnya membuat burung pemakan nektar yang satu ini lebih lincah dengan warna bulu hijau kekuningan yang indah.


4. Burung Madu Sriganti

burung madu sriganti pemakan nektar
Burung Madu Sriganti

Burung ini memiliki nama latin Nectarinia Jugularis yang masih dalam satu keluarga dengan Nectariniidae. Burung ini pemakan nektar dari benalu, mengkudu dan pepaya. Serta serangga kecil lainnya seperti semut serta laba-laba. Habitat burung pemakan nektar ini berada di pekarangan, semak pantai serta hutan mangrove. Dengan ukuran 10cm burung ini mempunyai bentuk paruh yang lancip serta panjang.


5. Burung Kolibri Sepah Raja

burung kolibri sepah raja pemakan nektar
Burung Kolibri Sepah Raja

Burung kolibri sepah raja memiliki nama latin berupa Crimson Sunbird. Dengan warna merah dominan dan hitam yang ada di atas kepala hingga paruhnya menjadikan burung ini menarik untuk dipandang dan warna warni yang mencolok di ekornya. Burung ini memakan nektar dari bunga serta dari air gula

Nah itu dia beberapa burung pemakan nektar yang dapat ditemui diala bebas. Tetapi untuk menjaga kelangsungan spesies burung, jika sudah ada peringatan burung itu langka dan dilarang untuk dipelihara maka baiknya dituruti dan dikembalikan di alam liar agar dapat sesuai dengan habitatnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *